Sign In

Blog

Latest News
Menjadi Orang Tua Milenial

Menjadi Orang Tua Milenial

Menjadi orang tua di masa kini maka jadilah orang tua yang tahu gaya hidup era milenial. Jangan lagi ketinggalan jaman. Pelajari kehidupan anak dan lingkungannya. Jadilah orang tua yang milenial.

Masih ingatkah dengan kasus pembunuhan yang melibatkan bocah berusia 15 tahun beberapa waktu lalu? Menurut hasil interogasi dari pihak yang menangani motif utama pembunuhan itu ternyata karna sang pelaku terinspirasi dari sosok fiksi horor teror pembunuh berantai ‘Slender Man’. Dan yang perlu para orang tua ketahui bahwa sosok fiksi tersebut cukup popular loh di dunia maya.

Sungguh miris ketika kita mendengarnya, mau tidak mau kita harus mulai memperkuat pengawasan kepada anak-anak terutama pada konten gadget yang digunakan. Karna bagaimanapun perkembangan Anak tentu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua. Banyak orang tua bahkan tidak tahu apa itu ‘Slenderman’, apa itu Chucky, dan lain sebagainya. Sehingga ketika anak bercerita kepada orangtuanya menjadi tidak nyambung. Hal ini bukan tidak mungkin membuat Anak menjadi kecewa.

Orang tua milenial menjadi teman bermain anak

Ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan, sudah pasti pengawasan menjadi berkurang. Hal ini terasa dilematis, tapi nggak ada salahnya sesekali kita mencoba menyelami kehidupan anak, ikut bermain bersamanya sembari beri arahan-arahan. Dengan itu kita mengetahui game-game apa yang disukai berikut dengan tokoh2 fiksinya.

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentang kasus pembunuhan itu bahwa figur orangtua sesungguhnya penting agar anak tidak mencari sosok lain yang malah menjerumuskan mereka ke hal yang buruk.


Masak sendiri lebih Banyak.. lebih Puass.. Mau..??


Susianah Affandy, Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat mengatakan sosok Slender Man inilah yang kemungkinan menjadi sosok pengganti dari orangtua remaja tersebut.

Susianah Affandy, Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat mengatakan sosok Slender Man inilah yang kemungkinan menjadi sosok pengganti dari orangtua remaja tersebut.

“Dalam hal ini kami melihat ini yang harus diberi garis merah, bahwa ketika tokoh atau figur itu (orangtua) tidak ada dalam keluarga, kemudian yang berbahaya adalah ketika anak mem-figurkan tokoh lain,”

Demikian kata Susi dalam konferensi persnya di kantor KPAI, Jakarta pada Senin (9/3/2020).

Designed by Freepik

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *