Sign In

Puncak Kedoya, Lukisan Alam Sang Pencipta

Puncak Kedoya, Lukisan Alam Sang Pencipta

Puncak Kedoya memberikan gambaran sebuah lukisan alam sang pencipta. Dari pegunungan yang berjajar, sungai, waduk , dan tempat indah lainnya, puncak Kedoya adalah pusat daya tarik yang membuat mata kita terperangkap akan keindahannya.

Sama halnya saat melakukan perjalanan dari arah Gombong menuju Banjarnegara, ketika sampai di wilayah dekat waduk sempor. Tak sedikit pengendara yang tertarik untuk melihat ke arah barat. Di situ ada suatu pemandangan puncak berbatu berbentuk runcing menjulang ke atas langit yang terlihat dekat dan jelas oleh mata kita. Itulah Puncak Kedoya.

Puncak Kedoya dilihat dari waduk Sempor. Di ujung kiri tengah adalah jembatan jalan raya Kebumen – Banjarnegara

Tepatnya berada di dukuh Krumput, desa Tunjungseto, Kec. Sempor, Kab. Kebumen. Puncak di atas bukit ini disebut masyarakat sebagai Puncak Kedoya. Puncak ini adalah bagian yang sangat menarik dari pegunungan sempor. Dinding batu kecoklatan yang menjulang di sela-sela hijaunya pepohonan. Pucuk dindingnya yang meruncing ke arah langit bukanlah hal yang biasa kita temukan. Saat matahari terbenam Kedoya menjadi sebuah siluet lukisan alam nan mempesona.

Track Jogging & Bersepeda yang menakjubkan

Jalan menuju Puncak Kedoya

Ternyata saat coba menghampiri Puncak Kedoya tak sesulit yang dibayangkan lho.. Jalannya selebar ‘satu mobil’ dan sudah menggunakan rabat beton, sehingga tak perlu khawatir bagi yang ingin berkendara bersama keluarga. Hanya saja, cukup sulit saat berpapasan dengan kendaraan lain karena hampir tak ada ruang untuk menepi kecuali halaman rumah penduduk yang jumlahnya pun hanya dalam hitungan jari.

Melalui jalan yang terus menanjak, hijaunya sawah dan landscape perbukitan menghiasi di kiri dan kanan jalan. Suasana jalan sangat sepi sehingga nuansa pedesaan semakin kental terasa ketika memasuki wilayah kedoya.

Ketika menemukan lapangan kecil di sisi kanan jalan itulah satu-satunya petunjuk bahwa kita telah sampai. Buat yang belum pernah, jangan khawatir lokasi puncak Kedoya cukup dekat kok, dengan pemukiman karena berada tepat di pintu masuk dukuh Krumput. Lapangan kecil biasa dijadikan tempat parkir kendaraan untuk para pengunjung.

Masak Tongseng Sekeluarga 5 menit aja.. Mau..??

Pemandangan Apik Landscape Waduk Sempor

Pohon-pohon Angsana

Begitu memasuki kawasan puncak kedoya nuansa sejuk mulai terasa. Pepohonan dengan batang berwarna keemasan bergoyang serentak seiring tiupan angin seakan menyambut kedatangan anda. Mastyarakat biasa menyebutnya sebagai jenis pohon Angsana. Pepohonan ini berjajar menjaga area puncak Kedoya tetap teduh sepanjang hari. Sedemikian rimbunnya sehingga Matahari pun hanya mampu mengintip dari sela-sela ranting dan dedaunan.

Di pelataran puncak Kedoya ada sebuah rumah satu petak dan sebuah bangunan petilasan. Menurut masyarakat dua bangunan itu berdiri sejak lama dan biasa digunakan untuk ritual penduduk dan tempat orang mencari ‘berkah’ spiritual.

Petilasan dan bangunan di Puncak Kedoya

Nah.. di depan kedua bangunan tersebut adalah Puncak Kedoya. Di Puncak batu tersebutlah para pengunjung bisa menikmati pemandangan yang sangat menawan. Ke arah kiri terlihat landscape waduk Sempor sedangkan di sebelah kanan kita bisa melihat landscape jalan, kawasan desa Sempor, bahkan kalau cuaca cukup cerah terlihat jelas horizon laut selatan. Pokoknya keren banget Sob.. recomended buat para pemburu landscape.

Keindahan Alam dibalut Sejarah dan Budaya

Puncak Kedoya tentu telah menjadi daya tarik dari masa ke masa. Bisa dibayangkan saat lampau ketika sempor masih merupakan wilayah hutan belantara. Ketika setiap manusia yang berdiri di sana, akan terasakan sensasi menjadi ‘Sang Raja Hutan’ yang tengah mengawasi wilayah kekuasaannya.

Landscape Waduk Sempor dilihat dari Puncak Kedoya

Dengan Daya tarik yang memesona itu tentu saja Ia memiliki nilai sejarah. Terbukti dengan adanya bangunan petilasan oleh di halaman depan terdapat sebuah papan informasi bertuliskan ‘MAKAM SUYUDANA.’

Tak banyak yang tahu tentang apa dan siapakah Suyudana tertulis di papan tersebut. Namun berdasarkan rangkuman yang berhasil didapat dari penuturan beberapa tokoh setempat, nama ini terkait erat dengan legenda dunia pewayangan. Legenda itu bercerita tentang Seorang Prabu Suyudana, salah satu tokoh yang dituakan di Negri Astina yang gugur dalam perang Baratayudha ketika melawan Pandawa. Kemudian dimakamkan di puncak Kedoya.

Warga desa bercerita tentang kisah makam Suyudana

Boleh percaya boleh tidak ya Guys.. Tapi legenda yang ternyata sudah turun-temurun diceritakan sedemikian lengkapnya hingga salah satu warga desa di kaki bukit Kedoya mampu menunjukkan beberapa lokasi yang dianggap berkaitan dengan kisah legenda tersebut.

Kisah sejarah mungkin tak selesai dibahas satu malam, terlepas dari itu mengunjungi Puncak Kedoya sangat mengasikkan, Bagi yang pernah lewat jalur Sempor – Banjarnegara cobalah mampir kesana. Tepatnya area PLTU Sempor lihat ke arah Bara Daya. Jalurnya dari jembatan ke selatan. Datangi dan temukan gambaran lukisan alam sang pencipta di Puncak Kedoya. Selamat mencoba.

Admin

View all posts by Admin

Official, Administrator, Editor.

Comments (1)

Tinggalkan Balasan