Sign In

Makam Suyudana dan Legenda Kaki Bukit

Makam Suyudana dan Legenda Kaki Bukit

Di atas puncak Kedoya, berdiri bangunan Makam bertuliskan ‘Makam Suyudana’. Makam itu terletak di antara dua dukuh, dukuh Krumput di atas bukit, dan dukuh Roma Gunung di kaki bukit. Keduanya berbagi peran merawat komplek makam tersebut. Namun mengenai kisah sejarah keduanya boleh berbeda. Satu dari sisi spiritual Jawa, sementara yang satunya dari sisi Legenda pewayangan. Dari kaki bukit, sekelumit kisah legenda tentang sosok yang dimakamkan di puncak Kedoya itu makin menarik untuk diungkap. Berikut kisah Makam Suyudana dan legenda kaki bukit

Baca Artikel : Menyusur Puncak Kedoya, Lukisan Alam Sang Pencipta

Di Roma Gunung, Sarino (63) seorang pria paruh baya nampaknya sedang mencari rumput. Ia menyempatkan diri untuk membagi kisah legenda makam Kedoya. Disebutkan sebuah nama yaitu ‘Suyudana’. Tak hanya bercerita Ia bahkan menunjukan beberapa lokasi yang dipercaya berkaitan dalam legenda itu.

“Kaya kie ceritane…” (red – Seperti ini ceritanya), ucap Sarino dengan logat banyumasan yang kental.

“Dahulu Kala Ratu Astina pernah berkelana hingga ke desa ini. Namanya adalah Prabu Suyudono. Beliau menetap di Bawah Bukit hingga gugur dalam perang Baratayudha, kemudian dimakamkan di atas puncak Kedoya.”

Makam Suyudana dan Legenda Kaki Bukit
Makam Suyudana

Rawon Khas Jatim siap masak buat sekeluarga

Asal Usul Watu Kelir Dari Perang Baratayudha

Sejenak berhenti di areal ladang, Sarino menunjuk pada Sebuah batu besar berwarna kemerahan. Dinding bukit batu yang masih merupakan bagian dari bukit kedoya ini memang sangat unik dan indah karena memiliki warna yang sangat jauh berbeda dengan batuan di sekitarannya. “Kie jenenge Watu kelir mas, mbiyen kanggone nang perang bratayudha” Kata Sarino sembari menunjuk pada batu itu.

Makam Suyudana dan Legenda Kaki Bukit
Sarino di depan watu kelir. (Foto : Damar Priambudi)

Ia menambahkan bahwa orang-orang pada jaman dahulu mungkin mempercayai bahwa Gunungan dan Gamelan berukuran raksasa yang digunakan untuk mengiringi pertempuran Baratayudha masing-masing berada di Roma Gunung dan Di Waduk Sempor, begitulah sarino menuturkan.

Saksi bisu peristiwa banjir bandang waduk Sempor

Untuk Sejarah mengenai Siapakah tokoh yang dimakamkan di makam Suyudana ini Ia sendiri mengaku tidak tahu dan tidak pernah mendengar cerita yang dirasa lebih logis selama ini. Namun sekelumit cerita berkaitan dengan Makam Kedoya yaitu saat jebolnya waduk sempor pada sekitaran tahun 1967.

Makam Suyudana dan Legenda Kaki Bukit
Sarino menunjukkan terowongan yang terletak persis di kaki bukit (Foto : Damar P.)

Ada dua terowongan yang berada dibawah batu besar kedoya ini sengaja dibuat oleh petugas pengerjaan proyek bendungan untuk penelitian kandungan batuan, guna keperluan pengerjaan proyek. Masing-masing diperkirakan memiliki kedalaman 80 meter dan 60 meter. Konon ketika pengeboran berlangsung, seorang petugas proyek mendapat wangsit dari Mbah suyudono (mbah kedoya) untuk segera menghentikan pengeboran batu tersebut. Tak lama setelah kejadian tersebut, bendungan sempor dadal/jebol hingga mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

Demikian sekilas kisah Makam Suyudana dan legenda kaki bukit. Artikel ini ditulis melalui penelusuran dan wawancara pada th. 2013

Admin

View all posts by Admin

Official, Administrator, Editor.

Comments (1)

  • bedava
    Januari 12, 2021 at 4:22 am

    Wow, this paragraph is pleasant, my younger sister is analyzing these things, thus I am going to tell her. Ameline Ebenezer Barthol

Tinggalkan Balasan