Sign In

PPKM Mikro Banyumas Mulai 24 Juni. Destinasi Wisata Boleh Buka Dengan Syarat?

PPKM Mikro Banyumas Mulai 24 Juni. Destinasi Wisata Boleh Buka Dengan Syarat?

Covid-19 masih belum berakhir. Di Jateng, beberapa Kabupaten belum lama ditetapkan menjadi zona merah. Salah satu penyebabnya adalah mulai masuknya Virus strain baru asal India (B. 1.617.2). Di Kab. Banyumas, pemerintah menetapkan PPKM Mikro mulai 24 Juni 2021. Meski demikian, destinasi wisata alam boleh sedikit lega. Pintunya masih boleh buka. Tetapi asal memenuhi syarat. Apa saja?

Kapasitas Pengunjung Tidak lebih dari 30% untuk wisata outdoor. Wisata Indoor Tutup.

Dilansir dari surat edaran Bupati Banyumas nomor 360/3170. Yaitu tentang pembatasan kegiatan masyarakat di bidang keagamaan, sosial, budaya, dan fasilitas Umum di Kabupaten Banyumas. Bahwa, perlu dilakukan upaya dari seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan beberapa hal berikut ini :

  1. mengintensifkan penegakan dan memastikan pelaksanaan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas;
  2. mewaspadai potensi kasus COVID-19, khususnya potensi penyebaran virus strain baru India (B. 1.617.2);
  3. bersama-sama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga/Ormas Keagamaan lainnya, agar mempertimbangkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan melihat kondisi epidemiologi perkembangan COVID-19 di Kabupaten Banyumas;
  4. Kegiatan keagamaan (shalat berjamaah, tahlilan, pengajian, kajian keagamaan, kebaktian di gereja dan kegiatan peribadatan lainnya) dibatasi maksimal 50% dari kapasitas ruangan;
  5. akad nikah, pemberkatan nikah, upacara nikah dan/atau prosesi pernikahan dilaksanakan di Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil tanpa adanya khajatan/resepsi, paling banyak 10 (sepuluh) orang;
  6. kegiatan khajatan dan tempat hiburan (bioskop/karaoke/billiard/SPA dan hiburan lain sejenisnya) dilarang;
  7. kegiatan kesenian, sosial, budaya, seminar, loka karya dan kegiatan sejenis lainnya menggunakan pola hybrid (perpaduan luring yang dibatasi maksimal 50% dari kapasitas ruangan dan daring/online/streaming) dengan protokol kesehatan yang lebih ketat;
  8. ruang terbuka publik termasuk alun-alun, taman, GOR, pasar minggon, pasar tiban dan sejenisnya ditutup;
  9. implementasi PPKM pada sektor pariwisata berlaku Aglomerasi/RegionaIisasi tingkat desa/kelurahan/dusun dan pembatasan kapasitas pengunjung sebanyak 30% untuk wisata outdor dan penutupan bagi wisata indoor;
  10. Pusat Perbelanjaan/Mall/Grosir dibuka sampai pukul 21.00 WIB, sedangkan pasar tradisional sampai pukul 14.00 WIB dengan meliburkan 1 (satu) hari dalam seminggu untuk dilakukan penyemprotan disinfektan dan berlaku pembatasan
    kapasitas pengunjung sebesar 50%;
  11. Restoran/Kafe/Bar/Rumah Makan, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan sektor Informal (kuliner), maksimal dibuka sampai dengan pukul 21.OO WIB.

Surat edaran tersebut resmi diberlakukan mulai 24 Juni 2021 hingga 8 Juli 2021. Dan masih bisa diperpanjang oleh Pemkab. Banyumas dengan mempertimbangkan perkembangan Epidemologi Covid-19 di Kab. Banyumas. Informasi lengkapnya lihat di sini.

Nah, demikian surat edaran tersebut. Khusus bagi warga Banyumas mari turut mendukung dengan mengikuti himbauan yang diterapkan. (Dmr)

Foto : Photo by Takeshi Arai from Pexels

Sumber : Surat edaran Bupati Banyumas Nomor 360/3170 Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Bidang Keagamaan, Sosial, Budaya, dan Fasilitas Umum di Kabupaten Banyumas)

Admin

View all posts by Admin

Official, Administrator, Editor.

Tinggalkan Balasan