Sign In

Tumpeng, Sebentuk Wasiat  Nenek Moyang

Tumpeng, Sebentuk Wasiat Nenek Moyang

Sobat Milenial, tahukah kalian bahwa Tumpeng yang selalu menghiasi berbagai acara peringatan di Negara Indonesia itu ternyata serupa media Edukasi? Sajian berupa nasi yang tersusun sedemikian rupa membentuk kerucut dengan paduan sayur dan lauk pauk di sekelilingnya ini diyakini bukan sebagai hiasan belaka. Tumpeng bisa jadi sebentuk wasiat dari nenek moyang.

Bilamana kalian membayangkan kembali ke jaman itu. Ketika nenek moyang kita mulai membuat tumpeng pada suatu upacara. Tumpeng mungkin awalnya sebagai persembahan yang ditujukan kepada sang Pencipta lengkap dengan dupa dan kemenyan. Tetapi, kenapa tumpeng berwujud Kerucut menyerupai gunung?

Tumpeng Pralambang Tujuan Hidup Yang Satu / Esa

Salah seorang penulis selarasindo.com dari Kroya, Cilacap, Saring Hartoyo, mengungkapkan kajiannya tentang Tumpeng. Menurutnya Tumpeng telah digunakan sejak jaman dulu.

“Nenek moyang kita mungkin lebih sering menggunakan pralambang sebagai media edukasi untuk anak cucu ketimbang teori lisan seperti sekarang ini”, ungkapnya.

Selanjutnya menurut Saring, Tumpeng menyiratkan arti suatu hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Hubungan dengan sang pencipta ini dalam konsep Jawa dikenal pula sebagai ungkapan ‘sangkan paraning dumadi’ (tahu dari mana dan akan kemana segala makhluk), ‘mulih ing mulanira’ (kembali ke asalnya).

Tumpeng Balikpapan

Tumpeng sebagai simbol Kesamaan Tujuan dan Visi

Selain itu, dalam sudut pandang lain, ujung Tumpeng yang meruncing pada satu titik juga menggambarkan sebagai tujuan hidup bersama.
“Ketika saya dan beberapa teman sama-sama bersepakat bertemu di puncak gunung Slamet. Saya berangkat dari Kroya, sementara yang lain dari daerahnya masing-masing. Rute perjalannya tentu berbeda. Tetapi karena telah bersepakat untuk tujuan yang sama. Segala halangan dan rintangan tidak lagi menjadi perbedaan.” Ungkap Saring.

“Oleh karena itu segala permasalahan dan perbedaan dalam masyarakat di dalam hidup berbangsa dan bernegara janganlah menjadi Perbedaan. Karena kita mempunyai satu visi dan tujuan yang sama yaitu untuk Masa depan Bangsa”, imbuhnya.

Ingkung. Foto : Sumber

Makna Ingkung pada Tumpeng

Beberapa bagian dari Tumpeng adalah Ingkung (ayam utuh) dan lauk pauk juga memiliki makna tersendiri. Ingkung, memiliki makna 3 Hal :

Transparansi : Ingkung yang tersaji di hadapan seluruh peserta selametan mengandung makna transparansi atau keterbukaan.

Demokrasi : Jangan lupa, pada saat pembagian ingkung, sebelumnya ada proses pemilihan orang yang akan membagikan. Pada budaya selametan di desa biasanya di momen-momen ini akan saling memberi kesempatan satu sama lain.

Tupoksi : Ingkung sebagai satu keutuhan memiliki bagian-bagian yang berbeda. Biasanya bagian kepala diserahkan pada tokoh yang dituakan. Selain itu Ingkung juga memiliki arti sistim kordinasi yang sempurna. Apapun posisinya semua memiliki fungsi yang penting dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Cobain Ingkung Tradisional Kebumen di : Ingkung Kluwek Watulawang

Nah.. itulah tadi sekilas makna Tumpeng. Para milenial Indonesia, seyogyanya bisa memahami dan menjadikannya sebagai panutan dan tuntunan kehidupan secara vertikal (Dengan Sang Pencipta) dan horisontal (dengan sesama manusia). Tumpeng, adalah sebentuk wasiat yang sakral dari nenek moyang. Sebuah tuntunan hidup bagi masyarakat di negara demokrasi kepulauan terbesar di dunia. Untuk itu, Yukk.. pertahankan terus budaya tumpeng. (Dmr)

Foto Headline : kitapastibisa.id

Admin

View all posts by Admin

Official, Administrator, Editor.

Tinggalkan Balasan