Sign In

Dianggap Hidangan Kelas Dua, Tempe Ternyata Superfood Warisan Budaya Indonesia

Dianggap Hidangan Kelas Dua, Tempe Ternyata Superfood Warisan Budaya Indonesia

Tempe adalah makanan yang sangat populer di Indonesia. Meski masih dianggap sebagai hidangan kelas dua, fakta tentang Tempe ternyata mengejutkan. Diperkirakan sejak abad 16, tempe sudah tersaji di meja makan negeri khatulistiwa. Dalam Serat Centhini, salah satu karya sastra Jawa, Tempe yang awalnya terbuat dari kedelai hitam ini disebut dalam naskah sebagi hidangan di sekitar Mataram, Jawa Tengah pada zaman itu. Selain itu sebuah penelitian tentang kandungan Gizi menyebut tempe termasuk dalam golongan Superfood dan salah satu alternatif makanan masa depan.

Orang indonesia sendiri menganggap Tempe sebagai makanan kelas bawah. Konotasi negatif tempe tersirat pada sepenggal kalimat pidato Bung Karno, Presiden pertama Negara Republik Indonesia.

“Kita bangsa ulet, bukan bangsa tempe.”

Meski memiliki maksud sebagai penyemangat, namun kalimat tersebut menggambarkan stigma Tempe sebagai simbol kelemahan.

Tempe Sumber Protein kaya gizi dengan harga murah.

Florentinus Gregorius Winarno, tokoh teknologi pangan Indonesia, Wida Winarno and Amadeus Driando Ahnan-Winarno, mencoba merubah stigma Tempe dengan melakukan beberapa gerakan dan Penelitian.
Diandro adalah seorang penghobi Binaraga pada saat itu di tahun 2014. Berdasarkan backround Pendidikannya dan beberapa akses literasi, mencoba melakukan penelitian kecil untuk menemukan sumber pangan kaya protein alternatif yang lebih efisien. Ia menemukan hasil mengejutkan pada Tempe. Ternyata Tempe adalah sumber protein dengan daya cerna tinggi, memiliki penggunaan energi 10 kali lebih kecil, tapi dengan harga 3 kali lebih murah.

Seorang pelatih Nutrisi berusia 25 Tahun, Michelle King mengatakan bahwa tempe mengandung serat dalam jumlah tinggi.

“Tempe sebagian besar dikenal sebagai sumber protein nabati, tetapi lebih dari itu, tempe mengandung serat dalam jumlah tinggi. Ini mengandung jumlah prebiotik yang baik yang memberi makan bakteri probiotik untuk menjaga usus kita tetap sehat, “Tempe juga kaya vitamin dan mineral dengan jumlah lemak dan kolesterol yang rendah. Itu juga mengenyangkan,” katanya seperti dikutip dari. The Jakarta Post.

Tempe dibawa dalam Konferensi Internasional

Sementara itu Wida Winarno dan kakeknya Winarno dengan ketertarikan yang sama pada Tempe, menghasilkan konferensi Internasional : “Internatonal Youth Conference on Tempeh” di Yogyakarta Pada tahun 2015. Acara tersebut dihadiri 300 peserta dari 7 negara. Konferensi itu melahirkan Gerakan “Indonesian Tempe Movement” melalui akun instagram @tempemovement. Gerakan tersebut membawa banyak peluang kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.

@tempemovement

Warisan Budaya Indonesia

Tempe memang hampir mencitrakan sepenuhnya tentang Indonesia, khususnya pulau Jawa. Meskipun dalam sejarahnya ini terpengaruh oleh para pendatang dari China. Hal itu mendorong Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk mendaftarkan Makanan berbahan kedelai difermentasi ini sebagai Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya) UNESCO.

Di dalam Tempe yang tersaji di setiap meja makan orang Indonesia melekat nilai sejarah yang kuat. Tempe bisa menjadi penghubung ke budaya masa lalu, dan citra tempe harus berubah, bukan lagi simbol kelemahan tetapi sebaliknya. Kini Tempe adalah Superfood yang mungkin di masa depan akan menjadi makanan paling dicari di dunia. (dmr – dikutip dari The Jakarta Post)

Admin

View all posts by Admin

Official, Administrator, Editor.

Tinggalkan Balasan